Thursday, March 30, 2017

Samsung S8, Layakkah di beli?


Kemarin 29 Maret 2017, Samsung telah meluncurkan ke publik Samsung Galaxy S terbaru yaitu S8. S8 menawarkan perubahan estetik yang radikal namun tetap memiliki rasa dari Samsung S7 yang merupakan generasi sebelumnya. Secara sekilas kita masih dapat merasakan design guideline dari S7, namun juga terasa sangat berbeda dari S7. Perubahan terbesar adalah screen to body ratio pada S8 jauh lebih besar daripada S7, berkat bezel atas & bawah yang mengecil. Dengan demikian S8 & S8+ meski memiliki ukuran layar yang besar tetap mampu mempertahankan dimensi ukuran yang tergolong nyaman digenggam. Ditawarkan dalam 5 warna menawan, yang entah untuk pasar Indonesia saat ini belum ada kejelasan warna apa yang akan tersedia.


Pertama kita lihat dari segi Layar S8 menggunakan layar 4K pertama untuk smartphone. Dengan Super Amoled & HDR display, dipastikan tampilan layar akan semakin menawan. Dengan HDR Display kita dapat menonton film-film tertentu di netflix dengan format HDR sehingga detail yang ditampilkan akan lebih jelas. Default resolusi adalah full HD yang dapat diganti ke 4k di setting. Hal ini untuk meningkatkan performance & battery life. Mengingat untuk menggunakan resolusi sebesar 4k akan sangat membebani GPU dari S8 dan memakan daya baterai.
Berikutnya dari sisi Kamera Depan. Dari segi kamera depan cukup mumpuni sebagai sebuah flagship phone yang menawarkan kualitas selfie yang bagus bukan sekedar gimmick megapixel yang besar. Kamera depan S8 menggunakan sensor dengan resolusi 8MP namun dipersenjatai dengan aperture yang besar yaitu F1.7 & pixel yang besar yaitu 1.22µm. Kombinasi pixel size & aperture yang besar akan memberikan foto selfie yang lebih baik dalam kondisi low light. Kamera depan S8 juga memiliki FOV 80º, yang mampu memberikan selfie dengan sudut pandang yang cukup wide.

Kamera Belakang S8 tetap menggunakan Resolusi 12MP Dual Pixel OIS, dengan 1.4µm pixel size, aperture F1.7, & FOV 77º. Dari segi kamera belakang tidak terlalu banyak peningkatan secara specs diatas kertas, Namun  dari contoh hasil kamera belakang nampak cukup banyak peningkatan kualitas terutama dari segi ketajaman gambar dan low light performance yang nampaknya dihasilkan oleh software yang lebih baik. Untuk mode kamera yang ditawarkan oleh S8 adalah Pro Mode, Panorama, Slow Motion, Hyperlapse, Food Mode, Save as Raw, dan berbagai mode lainnya.

Untuk Video, sayang sekali tidak seperti rumor yang beredar sebelumnya yaitu mampu slow motion hingga 1000fps. Video pada S8 mampu merekam dalam 4K 30fps, Full HD max 60fps, 720P 30fps & 240 fps. Video Digital Image Stabilization bekerja baik untuk kamera depan maupun belakang. Dapat mengambil foto saat recording dengan kamera belakang dengan resolusi max 9MP. Karena S8 ini telah memiliki IP68, sehingga untuk pengambilan underwater yang tidak terlalu dalam telah dapat menggantikan fungsi action cam sepenuhnya. Bahkan menawarkan kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan action cam pada umumnya.

Audio pada S8 telah dilengkapi soundcard yang bagus dengan UHQ 32bit & DSD 64/128 sehingga mampu menghasilkan suara Hi Fi untuk format audio yang mendukung. Serta earphone standard yang diberikan dalam paket penjualan S8, Samsung bekerja sama dengan produsen earphone kenamaan AKG untuk menghasilkan pengalaman audio yang jernih melalui Pure Sound by AKG Hybrid Canal Type. Untuk earphone ini juga dapat dibeli secara terpisah yang dijual oleh Samsung seharga $99.

Performance S8 dipersenjatai oleh 2 macam SOC yaitu Snapdragon 835 & Exynos 9, tergantung pasar. Kedua SOC ini dibuat dengan teknologi fabrikasi 10nm yang tentunya menawarkan performance super kencang namun tetap ramah terhadap baterai. Secara performance berdasarkan hasil benchmark Exynos sedikit lebih kencang dibandingkan Snapdragon 835, namun selisih performancenya tidak akan terasa dalam dunia nyata. Kedua SOC ini dijamin akan menawarkan performance flagship yang jauh lebih baik dari generasi sebelumnya yang sudah cukup kencang pada S7. 

Untuk Kapasitas Internal kali ini Samsung menjual semua modelnya dengan base internal 64GB. Jadi tidak ada lagi model 32GB seperti pada S7. Semuanya dapat ditambahkan dengan SD card, pada beberapa pasar kemungkinan akan menggunakan Hybrid SIM Tray, sementara pada pasar lainnya akan menggunakan single sim + SD Card.

Baterai pada S8 menggunakan baterai 3000mAh, sementara S8+ 3500mAh dan keduanya menawarkan battery life yang cukup baik menurut klaim dari Samsung. Tinggal kita tunggu final productnya nanti setelah diabuse oleh user apakah akan tetap sebaik klaim yang dikeluarkan oleh samsung. Fast charging hadir baik untuk wired charging maupun wireless charging.

Dari segi fitur Keamanan S8 menawarkan banyak sekali pilihan bagi user untuk mengamankan devicesnya, yaitu Pin, Pattern, Password, Fingerprint, Iris Scanner, Face detection. Semua keamanan tersebut dapat digunakan untuk secure folder, yaitu perlindungan untuk file-file tertentu di S8 yang dapat diamankan dengan mengharuskan unlock menggunakan salah satu keamanan  diatas. Selain itu ada virus detection yang bekerja sama dengan microsoft.

Gimmick pada Samsung S8 adalah Bixby Voice assistant & Samsung Dex yang mungkin hanya digunakan oleh sedikit user. Terutama Samsung Dex yang membutuhkan dock khusus yang dijual terpisah yang kemungkinan tidak akan tersedia disemua pasar. Untuk Bixby sendiri terlihat tidak menawarkan sesuatu yang lebih dibandingkan  google Assistant yang telah tersedia pada Android M & N, yang tentunya by default juga tersedia untuk S8.

Kesimpulannya Samsung S8 & S8+ merupakan upgrade yang cukup besar dari segi improvement untuk fitur2 yang sudah ada sebelumnya. Bagi yang ingin memiliki smartphone flagship android yang all rounded, untuk saat ini pilihan terbaik adalah S8 & S8+.

No comments:

Post a Comment