Monday, April 3, 2017

Samsung DEX, Satu Lagi Gimmick dari Samsung S8.


Salah satu fitur dari Samsung S8 yang seharusnya menarik adalah Samsung Dex. Dengan Samsung Dex ini Samsung S8 akan memberikan desktop experience jika ditancapkan pada docking khusus. Seharusnya fitur ini adalah fitur yang bagus. Sayangnya fitur ini hanya akan menjadi sebuah gimmick saja karena samsung tidak mengikutkan Samsung Dex docking dalam penjualan dan kemungkinan juga tidak akan dijual di semua market. Samsung Dex akan dijual secara terpisah dengan harga $149 di Amerika Serikat, sekitar Rp. 1.989.300,-  jika dirupiahkan. Harga ini tergolong mahal untuk sebuah docking.



Dengan membuatnya dijual secara terpisah dengan harga yang tergolong mahal dan kemungkinan tidak tersedia disemua market bisa jadi Samsung Dex akan mengalami nasib seperti sistem modular dari LG G5. Tidak mampu menarik minat pengguna sehingga imbasnya juga tidak akan menarik pihak developer untuk mengembangkan applikasi untuk Samsung Dex. Meski saat ini Samsung Dex didukung oleh Microsoft namun jika tidak ada pengembang lain yang ikut dalam mengembangkan platform ini bisa dipastikan Samsung Dex akan tidak akan berkembang.

Dengan Samsung Dex saat ini proses transisi dari versi smartphone ke desktop tidaklah seamless masih membutuhkan waktu untuk semacam loading (lebih tepat dikatakan loading daripada booting). Saat sedang berjalan dalam mode Samsung Dex, mode smartphone tetap berjalan dibackground, sehingga tetap dapat menerima notifikasi dan termasuk juga telepon saat mode Dex berjalan. Bahkan Anda tetap dapat membuat maupun menerima panggilan telepon saat mode dex. Namun saat ada telepon masuk dan anda ingin menerimanya dalam mode smartphone ada jeda sekitar 4 detik untuk berpindah dari mode Dex ke mode Smartphone. Yang tentunya ini tidaklah nyaman bagi penerima telepon.



Selain itu tidak dapat menggunakan bluetooth keyboard & mouse saat menggunakan mode Samsung Dex, keyboard & mouse akan terhubung melalui USB di Dex Dock yang memiliki 2 port USB & 1 Port HDMI. Hal ini membuat Samsung Dex tidak benar-benar Revolusioner dan Innovative seperti yang digembar gemborkan samsung.

Seharusnya fitur Samsung Dex ini bisa jadi fitur yang menarik minat pengguna Samsung  serta membuat banyak pengembang untuk turut mengembangkan Samsung Dex, asalkan Samsung menyertakan Samsung Dex Dock ke dalam bundle penjualan Samsung S8. Atau jika Samsung membuat Dock dari Samsung Dex tersebut dalam bentuk seperti Laptop dengan layar, keyboard, dan trackpad yang ringkas dan nyaman untuk dibawa oleh penggunanya tentunya dengan pricing yang tidak terlalu tinggi. Dengan membuat dock yang berbentuk Laptop sebagai optional tentunya lebih masuk akal bagi buyer untuk membelinya daripada docking yang sekarang (yang seharusnya dijadikan bonus dalam penjualan S8 saja daripada dijual terpisah).

Atau seharusnya pendekatan yang dibuat Samsung lebih Innovative dengan membuatnya menjadi serba wireless. Jadi Samsung Dex dapat digunakan tanpa docking hanya memerlukan sebuah TV yang mampu menerima screen mirroring atau android STB atau google cast, sebuah keyboard bluetooth, & mouse bluetooth. Untuk mengaktifkannya pun dengan tinggal menyalahkan sebuah toggle. Tentunya hal ini akan lebih menarik bagi user sehingga developerpun akan mau untuk turut mengembangkannya.

Untuk pendekatan Samsung saat ini, bisa dikatakan fitur ini akan menjadi fitur yang gagal dalam menarik minat user & developer. Sayang sekali untuk sebuah fitur yang seharusnya dapat menjembatani antara dunia mobile dengan desktop computing. 

No comments:

Post a Comment