Wednesday, May 3, 2017

Tips Smartphone Photography : Achieved better Landscape Photo with add on Filter


Kamera smartphone saat ini telah menawarkan kualitas gambar yang setara dengan point & shoot camera, bahkan untuk smartphone kelas flagship telah menawarkan kualitas yang sedikit diatas point & shoot camera kelas middle-up. Bahkan menawarkan fitur yang tidak ada di kamera point & shoot seperti editing on the fly dan share langsung ke sosial media. Namun bukan berarti kamera smartphone telah dapat sepenuhnya menggantikan point & shoot camera apalagi kamera professional seperti DSLR & mirrorless, ada 1 flaw yang dimiliki oleh kamera smartphone saat ini yaitu fix aperture.



Smartphone saat ini agar mampu memberikan hasil low light yang bagus, mereka mencapainya dengan melakukan beberapa hal berikut ini:
  1. Memperbesar pixel size sensor.
    dengan ukuran sensor yang lebih besar, sensor akan lebih baik dalam menangkap cahaya dan detail.
  2. Memberikan OIS (Optical Image Stabilizer).
    dengan adanya OIS, user dapat mengambil gambar low light dengan shutter speed yang lebih lambat. Akibatnya ISO yang digunakan dapat lebih kecil, yang berarti noise lebih rendah.
  3. Memperbesar aperture.
    Aperture yang lebih besar berarti cahaya yang masuk lebih banyak, sehingga shutter speed dapat lebih cepat dan iso dapat lebih kecil.
Pendekatan ini bagus untuk kondisi low-light, namun menjadi bumerang saat foto pada kondisi tertentu seperti foto landscape, foto sun rise & sun set. Sebab berbeda dengan kamera point & shoot dan kamera professional yang aperturenya dapat diubah. Pada kamera smartphone, aperture yang digunakan nilai f-nya tidak dapat diubah alias fix. 

Contoh foto landscaped dengan slow shutter yang sulit dicapai oleh smartphone camera.
Saat ini Smartphone terutama flagship menggunakan aperture dengan bukaan yang besar dengan tujuan membantu low-light. Akibatnya menyulitkan saat ingin membuat foto landscape dengan menghadirkan efek slow shutter karena aperturenya tidak dapat dirubah menjadi lebih kecil, atau bahkan saat membuat foto city light kadang dengan iso terendahpun sulit untuk mencapai shutter speed lambat sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai akibat bukaan aperture yang tidak dapat diubah. Bahkan dalam saat foto sun rise & sun set dengan iso terendah dan shutter speed tercepat, hasilnya masih blow out alias over expose.

Namun bukan berarti kelemahan ini tidak dapat diakali. Dengan menggunakan ND Filter & Filter CPL hal ini dapat diakali untuk kondisi foto tertentu. Kedua filter ini dapat digunakan untuk mengurangi cahaya yang masuk ke kamera sehingga shutter speed yang lebih lambat dapat dicapai. 

contoh hasil penggunaan filter cpl
Namun penggunaannya haruslah menyesuaikan terutama untuk filter CPL. Filter CPL sangat bagus untuk keperluan foto landscape untuk foto langit dan air. Dengan filter CPL dapat menghasilkan langit yang biru dan air yang jernih, karena CPL dapat mengurangi pembiasan cahaya. Namun perlu dicatat penggunaan CPL wajib dihindari untuk foto matahari terbit maupun terbenam, lalu juga sumber cahaya dari belakang kamera. Yang terbaik dari penggunaan CPL adalah saat sumber cahaya berada di samping kamera. 

Untuk Filter ND dapat digunakan dalam kondisi apapun jika ingin membuat shutter speed yang lebih lambat. Ada beberapa tipe filter ND yang digunakan untuk keperluan yang berbeda. Pertama adalah Solid ND yang seluruh filter memiliki nilai filter yang sama, cocok untuk mengurangi cahaya secara menyeluruh. Kedua Gradient ND, yaitu filter ND dengan nilai ND tertinggi pada sisi atas dan gradual mengecil dan habis pada bagian tengah filter yang cocok untuk foto landscape dengan langit dan daratan yang intesitas cahanya terlalu kontras. Ketiga adalah Reverse Gradient ND, yaitu filter ND justru nilai ND tertingginya ada bagian tengah lalu gradient mengecil ke atas filter sementara bagian bawah nilainya 0 (nol) yang cocok untuk foto matahari. Terakhir adalah filter Spot Center ND, yaitu filter ND dengan dengan nilai ND tertinggi terletak pada bagian tengah berbentuk lingkaran yang biasa digunakan untuk foto matahari.

Lalu bagaimana cara meletakkan filter ini kepada kamera? Ada dua sistem yang dapat dipakai. Pertama yaitu dengan cara clip on universal. Clip On Universal ini ada yang dilengkapi dengan dengan drat 37mm sehingga dapat menggunakan filter lensa kamera 37mm. Namun dengan sistem ini, pilihan filter menjadi terbatas karena filter lensa dengan ukuran 37mm tidak terlalu banyak pilihannya. Namun merupakan cara yang paling mudah karena langsung diclipkan ke smarphone.






Cara kedua adalah memodifikasi filter Cokin P-series. Cara kedua ini lebih memberikan kebebasan dalam berkreasi karena tidak hanya pilihan filter ND, CPL, tapi juga termasuk semua color filter & gradient color filter dari filter cokin dapat digunakan. Untuk menggunakan filter ini kita perlu melakukan sedikit modifikasi sehingga filter cokin dapat diletakkan ke smartphone.
Yang diperlukan untuk memodifikasi filter cokin agar dapat digunakan di smartphone adalah :
  1. Filter cokin holder p series
  2. Ring adopter filter cokin 49mm
  3. Bor besi ukuran 2-3mm
  4. Karet rambut
  5. Paper clip
  6. Tang potong
Gunakan bor besi dan lubangi ring adopter filter sebanyak 2 buah pada sisi yang berseberangan. Lalu masukkan karet rambut dan gunakan potongan paper clip sebagai penahan. Selanjutnya tinggal pasang ring adopter pada holder cokin dan gunakan karet untuk memasangnya pada smartphone dan tambahkan kebebasan lebih dalam smartphone photography.

No comments:

Post a Comment