Monday, May 8, 2017

Quadcopter RC = Drone??? Sebuah terminologi yang salah kaprah


Drone sering dianggap istilah untuk menyebut quadcopter dan multicopter lainnya. Sebenarnya istilah ini adalah kurang tepat dan pada umumnya salah kaprah. Sebab secara terminologi drone sebenarnya adalah autonomous vehicle (kendaraan otomatis). Dan tidak semua quadcopter memenuhi kategori ini. Istilah drone dapat mencakup semua jenis kendaraan mulai dari darat, air, hingga udara dalam berbagai ukuran. Kata kunci utamanya adalah pada autonomous vehicle. 


Beberapa quadcopter & multirotor memang memiliki sejumlah sensor dan kemampuan komputasi sehingga mampu terbang secara otomatis tanpa control manusia. Hanya membutuhkan input sejumlah parameter seperti koordinat tujuan (waypoint) dan data ketinggian yang lebih dikenal sebagai flight plan, Sisanya quadcopter tersebut akan terbang secara otomatis dan menjalankan fungsi tambahannyapun dapat dilakukan secara otomatis pula, misalkan foto & video. Meski tetap dapat dikontrol secara manual. Namun tidak semua Quadcopter memiliki kemampuan seperti ini. Hanya sebagian kecil dari Quadcopter yang dijual dipasaran memiliki kemampuan seperti ini. Contoh yang masuk kategori ini DJI Phantom, DJI Inspire, DJI Mavic Pro, Xiro Explorer, dll.

Sisanya adalah lebih masuk kedalam kategori RC daripada drone. Terutama quadcopter yang murah, sebab selain gyro untuk membantu stabilisasi, semuanya berdasarkan input manual melalui remote control. Meski beberapa ada yang telah dilengkapi dengan barometer digital yang murahan untuk altitude hold yang tidak terlalu dapat diandalkan. Contohnya yang termasuk dalam kategori ini adalah hampir semua quadcopter dengan harga dibawah $300. Contoh Syma X-series, JJRC X-1, dll


Namun batas ini menjadi agak kabur dalam beberapa bulan terakhir ini karena munculnya quadcopter yang mempunyai fitur semi otomatis seperti auto hovering (altitude hold & gps hold), follow me, avoid obstacle & return to home (gps based). Namun tidak full auto karena tidak dapat melakukan mode untuk flight plan. Yang termasuk dalam kategori ini seperti Zerotech Dobby, Xiro Mini. Namun tetap tidak dapat dikatakan sebagai drone.

Jadi dapat disimpulkan penggunaan istilah Drone adalah salah kaprah untuk quadcopter (termasuk multicopter lainnya). Karena hanya sebagian kecil Quadcopter & Multicopter yang dapat masuk ke dalam kategori drone tersebut secara penuh. Sementara sisanya tidak dapat dikategorikan sebagai drone, karena fitur otomatis yang terbatas bahkan dapat dikatakan full manual. Istilah yang tepat untuk quadcopter dan multicopter adalah UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang mencakup juga Plane Model RC & Helicopter RC.

Yuk kita gunakan istilah UAV yang merupakan istilah lebih tepat untuk hobby post modern yang sangat menarik & kita minati ini.

2 comments:

  1. Shop A wide range of the latest version of camera drones,kids drone,gopro drone,phantom drone,dji drone,quadcopter and more others brands at microdron.com
    drone shop

    ReplyDelete
  2. These are only a couple of the issues that the new fliers encounter when figuring out how to fly a best rc drones.

    ReplyDelete