20180123

Polemik SNI


Setelah sempat viral dalam beberapa hari terakhir mengenai seorang kolektor yang terpaksa menghancurkan mainan yang dibelinya dari luar negeri karena ditahan oleh bea cukai dengan alasan tidak memiliki SNI. Merasa dipermainkan oleh bea cukai dia memilih menghancurkan sendiri mainan yang dibelinya dari luar negeri seharga kurang lebih 500 ribu Rupiah tersebut karena jika ingin mengeluarkannya dari karantina harus mengurus SNI yang biayanya 7-8 juta Rupiah. Tentunya ini tidak masuk akal untuk seorang kolektor mainan yang mendatangkan hanya 1 pcs mainan dari luar negeri karena termasuk barang rare lalu diharuskan membayar SNI yang nilainya puluhan kali lipat harga barang yang dibelinya.


Pihak bea cukai bersikukuh bahwa peraturan menteri perindustrian & menteri perdagangan mengenai SNI juga wajib untuk perorangan tidak hanya untuk pelaku usaha & tanpa melihat jumlah barang yang didatangkan, sehingga 1 pun menurut bea cukai wajib SNI. Permasalahan klasik yang sudah kerap terjadi ini akhirnya semakin viral dan seperti sebuah bola panas yang menggelinding liar karena banyak kolektor yang mengalami nasib serupa dengan orang dalam video tersebut yang koleksi pribadinya yang hanya 1 pcs ditahan bea cukai dengan alasan harus mengantongi SNI menyuarakan uneg-unegnya. Bahkan mereka secara kompak membuat petisi online agar aturan ini direview kembali dan diperjelas sehingga petugas dilapangan tidak lagi menerapkannya kepada kolektor pribadi.

Sehingga akhirnya pihak bea cukai yang dibawah kementerian keuangan mengadakan rapat bersama dengan kementerian perdagangan, kementerian perindustrian, & badan standarisasi nasional mengenai masalah sni untuk pengguna pribadi yang memasukkan barang jumlah sangat kecil dari luar negeri. Sehingga akhirnya aturan SNI yang selama ini masing-masing pihak memiliki pemahaman berbeda mengambil kesimpulan untuk barang bawaan penumpang yang membeli mainan saat pelesir keluar negeri melalui pesawat terbang dibatasi 5pcs per-penumpang tidak ada kewajiban SNI. Sedangkan untuk pengiriman barang mainan dari luar negeri untuk koleksi pribadi baik melalui cargo udara maupun laut dibatasi 3 pcs per-alamat per-tiga puluh hari.

Jadi, akhirnya ada titik terang yang lebih jelas yang dapat kita sampaikan jika pulang dari luar negeri sambil membawa mainan entah untuk dipakai sendiri atau oleh-oleh buat anak atau ponakan atau saudara adalah maks 5 pcs per-orang tidak perlu SNI. Meski sebenarnya kriteria 5 pcs ini masih terlalu sedikit bagi seorang kolektor, seharusnya aturan 5 pcs ini untuk mainan yang sama. Sebagai contoh kasus saja jika anda seorang kolektor mainan Saint Seiya, tiba-tiba bandai mengeluarkan edisi baru terbatas 12 Gold Saint Armor dan anda berhasil mendapatkannya saat bepergian ke akihabara Jepang dengan komplit 1 set yang berarti ada 12 mainan berbeda dengan jumlah masing-masing 1 pcs. Dengan kesepakatan baru inipun masih tetap dikenakan aturan wajib SNI karena kesepakatannya hanya menyatakan 5 pcs mainan bukan "5 pcs mainan yang sama". Tentunya drama konyol ini akan kembali terulang pada contoh kasus ini, yang membawa mainan Saint Saiya tersebut harus mengurus 12 ijin SNI yang biaya persatunya adalah sekitar 7-8 juta rupiah.

JIka dilapangan masih ada petugas yang mempersulit soal SNI saat anda pulang dari luar negeri dengan membawa mainan berjumlah kurang dari 5 serta tidak mau mengikuti kesepakatan baru ini, mari kita viralkan kembali.

No comments:

Post a Comment