20180119

Tak Disangka Vivo China Kalahkan Samsung Korea & Apple Amerika


Di tahun 2017 lalu saat trend bezel less smartphone mulai menjadi trend desain yang disukai pengguna. Muncul 1 problem dari sekian banyak problem yang harus dipecahkan oleh pembuat smartphone jika ingin membuat smartphone bezel less. Yaitu letak fingerprint sensor tidak lagi dapat diletakkan di bagian depan. Harapan dari pengguna tentunya pembuat smartphone menemukan solusi untuk meletakkan fingerprint sensor dibalik layar yang tentunya solusi ini diperkirakan datang dari jika tidak datang dari Apple tentunya dari Samsung. Tidak disangka-sangka tidak bahkan kedua raksasa teknologi ini menggunakan fingerprint dibalik layar seperti yang diharapkan banyak orang.



Jika Apple memilih mengganti fingerprint Touch ID dengan Face ID yang merupakan advance facial recognition. Sedangkan Samsung memilih solusi yang lebih simple dengan memindahkan fingerprint ke bagian belakang. Tidak satupun dari raksasa teknologi dari amerika & korea ini yang berhasil menghadirkan in-display fingerprint ke produk jadi mereka seperti yang diperkirakan banyak orang. Dan yang lebih tidak disangka lagi yang menjadi pertama kali berhasil menghadirkan in-display fingerprint ini adalah Vivo, anak perusahaan dari Oppo asal China ini adalah yang pertama menghadirkan smartphone dengan in-display Fingerprint. Dipamerkan saat CES 2018 di booth Vivo.

Rahasia dari teknologi adalah harus menggunakan layar OLED, tidak bisa menggunakan layar LCD. Karena layar LCD membutuhkan backlight sedangkan pada OLED tidak membutuhkan Backlight. Sensor ini memanfaatkan struktur layar OLED dimana masih ada celah antar pixel sebagai tempat untuk sensor mendapatkan data biometrik dari sidik jari.

Karena teknologi ini adalah yang pertama, terasa lebih lambat daripada fingerprint sensor pada smartphone lainnya yang keluar pada 2017. Namun sebenarnya tidak benar-benar lambat, sekitar seperti saat fingerprint sensor pada smartphone keluaran 2015 - 2016. Ini adalah sebuah terobosan yang dapat dengan cepat ditiru oleh pabrikan lainnya karena yang menemukan solusinya sebenarnya adalah synaptics optical sensor, sehingga semua pabrikan yang mau nantinya dapat menggunakan teknologi ini. Namun bravo untuk pabrikan Vivo yang sebagai yang pertama menghadirkan teknologi ini ke umum mendahului raksasa seperti Samsung & Apple.

No comments:

Post a Comment