20180131

Tips Efek Bokeh Smartphone Dual Cam


Smartphone saat ini memiliki trend dengan dual camera yang mampu memberikan efek bokeh seperti pada dslr atau mirrorless yang menggunakan lensa dengan aperture bukaan besar. Hasil bokeh pada smartphone ini diperoleh dengan mengabungkan data depth yang diperoleh dari kedua kameranya.
Tapi karena kedua kamera pada smartphone tersebut memiliki panjang focal & bukaan aperture yang tidak sama sehingga kadang ada kondisi tertentu yang hasil efek bokehnya tidak sesuai dengan harapan.


Sebelum masuk ke tipsnya. Sebelumnya kita bahas singkat mengenai cara kerja dari efek bokeh ini.
Foto dari kamera utama yang menggunakan focal lens standart dipakai sebagai gambar utama, sementara foto dari kamera kedua yang menggunakan focal lens telephoto dipakai sebagai data untuk depth. Sehingga program dari camera smartphone dapat memisahkan objek berdasarkan jaraknya dari kamera, kemudian memberikan efek blur seperti bokeh pada objek yang jauh sedangkan objek yang dekat dibiarkan tanpa efek. Hasil akhirnya mirip bokeh yang diambil dengan DSLR atau mirrorless.

Dari prinsip kerjanya inilah menimbulkan sejumlah limitasi yang diakibatkan oleh kamera keduanya. Kamera kedua memiliki bukaan aperture yang berbeda dari kamera pertama. Bukaan aperture pada kamera kedua selalu lebih kecil dari kamera pertama. Akibatnya tentu saja low light performancenya lebih buruk dari kamera pertama. Sedangkan agar logaritmanya dapat bekerja dengan baik, foto dari kamera kedua haruslah tajam dengan noise minimal. Karena keterbatasan itulah efek bokeh ini menjadi terbatas, terutama saat efek ini diaktifkan kamera smartphone akan berada dalam mode full auto.

Untuk itu agar efek bokeh ini dapat bekerja dengan baik perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Jarak Objek utama & perbandingan komposisi antara objek utama dengan background. Untuk objek berupa manusia berikan jarak minimal sekitar 1,2 meter hingga 2,5 meter dari kamera. Kemudian background setidaknya sekitar 25-35% dari komposisi foto.
  2. Aktifkan mode ini pada saat pencahayaan yang baik. Jadi sebaiknya hanya pada saat daytime. Karena saat low light, kamera smartphone akan menaikkan iso. Akibatnya foto akan banyak noise dan tidak dapat memberikan hasil yang bagus untuk efek bokeh ini.
  3. Pilihlah background yang jauh dari objek utama agar hasilnya lebih maksimal. Misalkan background berupa tembok dengan batu bata yang terlihat. Jangan sampai model yang menjadi objek utama berpose dengan menempel tembok kemudian kita ambil gambarnya dengan frontal. Jika ingin sudut pengambilan yang frontal dengan tembok, jauhkan model dari tembok sehingga efek bokehnya bekerja. Atau aturlah sudut pengambilan gambarnya agar temboknya ada bagian yang menjauh.
Tips berikut jika ingin menggunakan fitur efek bokeh ini dimalam hari. Pilihah lokasi yang masih cukup terang. kemudian letakkan objek utama dibawah sumber cahaya. Tujuannya agar muncul rim light pada objek yang membantu logaritma kamera memisahkan antara objek dengan backgroundnya. Sebelumnya juga lakukan pada mode manual, lihatlah iso yang terpakai. Jika ISO yang dipakai oleh kamera melebihi iso 600, baik pada kamera pertama atau kamera kedua. sebaiknya urungkan untuk menggunakan efek bokeh ini. Karena hasilnya pasti tidak akan memuaskan. Penerangan tambahan seperti menggunakan lampu LED dapat membantu untuk menerangkan objek utama. Dan tips selanjutnya jika dipengaturan kamera ada pengaturan mengenai auto exposure pilihlah center metering atau spot metering. Jangan menggunakan average metering. Karena jika menggunakan average metering meski objek sudah diterangi dengan pencahayaan yang baik, jika background gelap maka otomatis iso akan dinaikkan.

Selamat phonephotography.

No comments:

Post a Comment