Wednesday, February 14, 2018

Mengapa DJI Menguasai Pasar Quadcopter


Pilot Quadcopter terus menjadi baik hoby maupun lini pekerjaan baru sebagai professional aerial photographer, aerial videographer, aerial surveyor, dll. Saat ini bisa dikatakan untuk pasar quadcopter dikuasai oleh 1 brand mulai dari kelas konsumer, prosumer, hingga professional, yaitu DJI. Bahkan dengan lini barunya DJI Tello juga akan mulai masuk ke pasar toys quadcopter juga. Brand ini begitu kuat menancap jika kita ditanya mengenai quadcopter & multicopter berkualitas.


Sesungguhnya ada cukup banyak brand lain yang sebenarnya juga memiliki quality product yang bagus seperti produk DJI. Namun hampir semuanya gagal dalam membangun brand mereka untuk dapat bersaing dengan DJI. Berbagai brand yang berasal baik dari amerika, eropa, & china gagal bersaing dengan DJI yang berasal dari Guandong China ini. 

Kesuksesan DJI ini karena dari awal perusahaan berbasis teknologi ini sadar betul akan membangun brand. Jadi dari awal mereka telah berbeda dengan merk-merk china lainnya yang kebanyak belum sadar akan branding. Jika merk china lainnya lebih memilih menggunakan strategi "barang murah pasti laku". DJI lebih sejak awal memilih mengedepankan produk berkualitas dengan QC ketat, desain produk yang menarik, layanan purna jual yang lebih baik terutama update software yang kontinues, R&D budget yang besar, serta berani mengeluarkan dana besar untuk branding & promosi. 

Jadi sejak awal DJI sangat bertolak belakang dengan merk asal China lainnya. Jika merk asal china lainnya mengedepankan harga yang lebih murah. Saat penetrasi awal memang pasti akan membukukan penjualan yang lebih baik daripada DJI yang sejak awal serius membangun brand dan langsung membidik pasar premium. Namun merk-merk asal china lainnya tersebut akhirnya gagal membangun basis konsumen yang loyal serta brand mereka tidak terlalu melekat. Berbeda dengan DJI yang yang langsung mengedepankan kualitas & serius membangun brand, meski harga mereka termasuk premium namun DJI berhasil membangun base konsumen yang loyal. DJI sebagai brand china berhasil membangun buying factor yang berbeda dari merk china lainnya,  

Lalu bagaimana DJI dibandingkan dengan brand lain asal amerika. Tentunya Brand amerika tidak seperti brand china yang asal murah. Brand amerika tentunya akan seperti DJI yang mengedepankan kualitas produknya. Namun nyatanya mereka tetap gagal juga untuk bersaing DJI. Keunggulan DJI dibandingkan brand quadcopter amerka pertama dari segi desain produk. Desain DJI lebih disukai. Kemudian yang paling penting adalah cara DJI mengkomunikasikan fitur-fitur Quadcopternya selalu menimbulkan wow factor namun tidak over promised. Di segi ini banyak merk yang serius dalam keinginan membangun brandnya gagal. Jadi mereka jika tidak gagal dalam membuat presentasi yang menimbulkan wow factor, kebanyakan dari mereka adalah over promised.

Kunci Sukses lainnya dari DJI jika kembali dibandingkan dengan merk china lainnya adalah app pendampingnya. DJI dari awal memang berorientasi pasar global. Sehingga appnya dibangun agar dapat digunakan semua orang. Sementara brand lainnya adalah berpikir untuk pasar china, jika sukses baru dijual ke global. Akibatnya app pendampingnya selalu berbahasa china yang kemudian diterjemahkan ke bahasa inggris. Permasalahan dari app yang dibangun untuk pasar china yang kemudian diterjemahkan untuk pasar global adalah terjemahan bahasa inggris yang sering ngacoh, kemudian user interfacenya juga sulit dimengerti oleh konsumen di pasar global.

Setidaknya di tahun 2018 ini DJI akan tetap mendominasi pasar Quadcopter kecuali untuk kelas toys.

No comments:

Post a Comment