20180308

Vivo Transformation In 2018


seperti yang kita ketahui selama ini adalah anak perusahaan dari Oppo. Dan Selama ini pula selalu menjual smartphone dengan konsep & formula yang sama dengan Oppo dengan harga yang lebih murah daripada Oppo. Yaitu selalu berkonsep sebagai selfie camera phone. Namun di awal 2018 ini Vivo mulai melakukan manuver yang berbeda dengan Oppo. Jika Oppo tetap berkonsentrasi dengan konsep selfie camera phone, Vivo mulai memasuki area yang lebih berani & menantang, yaitu sebagai innovative phone company.


Diawali dengan CES 2018, Vivo memamerkan smartphone pertama yang menggunakan in-display fingerprint scanner. Gebrakan ini tentunya menggemparkan banyak pihak, karena selama ini dunia gadget mengira solusi ini akan pertama kali dibawakan oleh Apple atau Samsung. Namun ternyata yang pertama kali melakukannya adalah Vivo sebuah perusahaan dari China. Sebuah perusahaan yang bahkan dikenal sebagai versi murah dari Oppo.

Kemudian pada MWC 2018 yang hanya terentang kurang lebih 1 bulan dari CES 2018. Vivo kembali dengan gebrakan inovasinya menghadirkan smartphone pertama yang true bezelless. Tidak ada upper & lower bar seperti pada Samsung S9 & juga tidak ada "notch" seperti pada iPhone X. Benar-benar bagian depan adalah full screen. 

Untuk bisa menghadirkan smartphone yang benar-benar full screen vivo harus menghadirkan beberapa solusi inovative seperti untuk speaker, proximity sensor, kamera depan/selfie, & tentunya in-display fingerprint scanner seperti yang dihadirkan pada CES.  Untuk speaker Vivo memilih solusi seperti yang digunakan pada Mi MIx pertama. Bukan sebuah solusi yang elegan karena banyak pengguna yang mengeluhkan suara terlalu pelan saat berada di keramaian.

Proximity Sensor disembunyikan dengan saat baik oleh Vivo dengan prinsip yang mirip dengan fingerprint scannernya. Proximity sensor terletak dibelakang layar dan memanfaatkan celah antar pixel layar untuk memperoleh data proximity.

Sedangkan untuk kamera selfie tersembuyi dengan sebuah slide. Jadi saat pada kamera app berpindah ke kamera depan, maka kamera depan akan muncul dari dalam body smartphone secara otomatis. Solusi ini sebenarnya menurut Indo Gadget tidaklah terlalu elegant, namun ini merupakan solusi paling masuk akal untuk teknologi saat ini. 

Full Screen Smartphone dari Vivo ini disebut Vivo Apex, yang ditampilkan di MWC 2018 yang merupakan concept phone sehingga belum ada tanggal rilis. Dari Vivo Apex ini dapat menunjukkan arah perusahaan Vivo yang beralih & lebih memfokuskan dirinya pada inovasi. Dengan ini Konsep perusahaan Vivo sudah jelas berbeda dengan Oppo sebagai induk perusahaannya. Sekaligus industri Smartphone China ingin merebut Innovation Crown yang selama ini menurut publik berada di Apple & Samsung saja. Yang pasti Indo Gadget suka dengan konsep perusahaan Vivo yang baru ini, lebih daripada sekedar mengekor konsep Oppo. Jadi tidak sabar dengan inovasi apa yang akan ditampilkan vivo dalam ajang pameran berikutnya.

No comments:

Post a Comment