Saturday, April 21, 2018

Black Shark Bite Razer Phone

Seperti pada artikel sebelumnya bahwa saat ini dengan semakin berkembangnya game mobile dengan specs grafis tinggi & gameplay yang semakin mendekati konsul & pc game, sehingga muncul kategori smartphone baru yaitu gaming smartphone. Pasar dari kategori ini meski masih sempit dimasa depan akan memiliki pasar yang semakin luas. Semua diawali oleh Razer Phone dan kemudian diikuti oleh Xiaomi Black Shark dan akhir bulan ini nubia juga akan meluncurkan gaming smartphone, yaitu Nubia Red Magic. Jika sebelumnya trend yang ada adalah selfie smartphone, yaitu smartphone yang menitik beratkan pada kamera selfie. Trend Gaming Smartphone ini akan semakin besar dalam beberapa tahun kedepan meski mungkin tidak akan sebesar selfie smartphone yang memiliki pasar lebih luas yaitu wanita muda. Pasar serius gamer dari mobile games saat ini masih belum besar meski terus bertumbuh namun masih butuh beberapa tahun untuk mencapai seperti pada gamer konsul & PC. Pada gamer PC, pasarnya sudah sangat fanatik sehingga rela untuk membeli hardware PC & Laptop khusus untuk gaming. Untuk mobile gamer apakah sudah cukup fanatik untuk membeli smartphone hanya khusus untuk gaming???



Setidaknya dari peluncuran Black Shark di China, angka penjualannya cukup bagus sekitar 1 juta unit telah teraktivasi. Namun masih belum jelas apakah semuanya adalah serius gamer atau konsumen yang menginginkan smartphone dengan desain unik yang dilengkapi performance istimewa. Masih perlu waktu untuk melihat pemetaan konsumen black shark tersebut berapakah yang benar-benar gamer dan berapa yang sebenarnya casual user yang tertarik dengan desain & specs nya.


Secara desain Black Shark ini sangat unik sekali dengan taste yang sangat kental untuk para gamer. Jika kalian melihat pc high end, laptop gaming, bahkan VGA gaming high end semuanya memiliki gaya desain yang serupa. Sebuah desain futuristik yang tampil sporty dengan nuansa dominan warna gelap yang kemudian diberi aksentuasi warna cerah yang sangat kontras sekali. Desain Black Shark inipun mengusung konsep tersebut. Sehingga sangat menarik & stand out didalam dunia smartphone yang saat ini bisa dibilang desainnya mulai seragam. Desain seperti ini tentunya lebih menarik untuk generasi muda khususnya generasi millennial yang mulai bosan dengan desain smartphone yang begitu-begitu saja.

Perbandingan performance Black Shark dengan Mi Mix 2s yang sama-sama menggunakan SD845. Kiri adalah Black Shark, kanan adalah Mi Mix 2s pengujian menggunakan gamebench.

Untuk Performance juga telah diperkuat dengan chipset tercepat untuk android saat ini yaitu Snapdragon 845 yang dipadukan dengan 8GB & 128GB Internal storage. Untuk mendukung performance yang cepat tersebut Black Shark juga didukung oleh baterai 4000Mah. Baterai yang besar dengan power management yang baik sangat penting untuk para gamer agar mereka dapat memiliki waktu gameplay yang lebih lama.

Xiaomi tetap mengutamakan keamanan dalam smartphone ini dengan menyediakan sebuah hardware khusus untuk mencegah overheat saat dibuat bermain dalam waktu lama. Sistem tersebut disebut Liquid Cooling. Meski ada kata liquid bukan berarti ada air atau cairan dalam smartphone ini. Melainkan sebuah rangkaian heatshink metal & heat paste yang membuat panas dari komponen yang cepat panas seperti SOC & Baterai cepat terlepas dari Smartphone dengan cara menyebarkan panas tersebut. Semakin luas permukaannya maka panas akan semakin mudah terlepas. Sistem ini untuk memastikan bahwa komponen tetap dalam batas yang aman.


Selain dari segi desain & hardware yang didesain secara gamer oriented. Smartphone ini juga menyertakan asesories berupa gamepad khusus yang dapat digunakan dengan cara memasangnya pada sebelah kiri dari smartphone pada posisi landscape. Game pad ini hanya memiliki 1 tombol analog dan L serta power. Namun untuk bermain game survival seperti PUBG mobile & rules of survival tombol tersebut sudah cukup. Karena kedua game ini secara standard jika terhubung dengan gamepad hanya dapat dikontrol untuk directionalnya saja menggunakan analog. Sementara button game PUBG Mobile & RoS yang lain tidak dapat dikontrol dengan gamepad, seperti fire button, duck, jump & dll. Karena desain gamepad seperti ini sudah cocok setidaknya untuk trend mobile game 2018. Kabar gembiranya game pad ini dapat digunakan juga oleh smartphone android lainnya yang memiliki os android diatas 4.4. 

Harganya RMB 3499 atau sekitar 7,7 Juta rupiah untuk varian teratasnya  (8+128). Terlihat cukup mahal namun mengingat chipset yang digunakan adalah Snapdragon 845 harga ini dapat dbilang murah. Bagaimana tertarik dengan black shark & menjadi serious mobile gamer?

No comments:

Post a Comment