Monday, April 9, 2018

DJI RONIN M


Jika sebelumnya pernah membahas Zhiyun Crane 2 sebagai dslr electric gimbal system prosumer. Kali ini dari kelas yang lebih professional yaitu DJI Ronin M. Meski bukan lini paling top dari Ronin Series masih ada ronin MX, Ronin 2. namun Ronin M ini adalah yang paling umum digunakan oleh videografer professional untuk pembuatan iklan, video clip, film. Sedangkan Zhiyun Crane 2 lebih mengarah untuk wedding videography, indie movie atau lebih dikenal dengan kelas konsumen Semi-Pro. Sementara Ronin series lebih menyasar untuk kelas professional.


Keunggulan Ronin M adalah payloadnya cukup besar sebesar 3,6kg sehingga cukup untuk DSLR seperti 5D III atau 5D IV dengan berbagai pilihan lensa termasuk lensa wide. Kemudian frame yang kokoh dengan berat yang ringan sehingga memudahkan bagi penggunaan. Serta terdapat beberapa optional frame untuk meningkatkan protabilitas maupun untuk meningkatkan stabilitas. Serta dapat pula digabungkan dengan helping arms dari steadicam untuk shoot yang lebih stabil serta lebih tidak memberatkan kameramen yang artinya waktu pengambilan gambar dapat lebih lama. Motor yang lebih powerful jika dibandingkan Zhiyun Crane 2, serta lebih silence. Tersedia analog remote control untuk dual operator. Companion APP dari DJI lebih stabil dan update terhadap bug yang ada lebih cepat keluar daripada persaingnya.

Menjadikan hasil shoot dari RONIN M lebih terlihat smooth daripada Zhiyun Crane 2. Pertama adalah karena posisi kamera memiliki center of gravity yang lebih rendah. Bentuk pegangan yang dioperasikan dengan dua tangan, menjadikan sistem ini lebih stabil daripada Zhiyun Crane 2. Berikutnya adalah motor yang lebih kuat & lebih responsif terhadap perubahan sudut akibat getaran yang timbul akibat gerakan kameramen.

Kekurangannya adalah sistem ini memiliki total berat yang lebih berat. Ukuran yang lebih besar sehingga lebih berpengaruh terhadap mobilitas. Posisi kamera paling nyaman diletakkan di bawah, karena saat diletakkan diatas frame justru lebih membebani tangan kameramen, akibatnya membutuhkan kameramen dengan postur yang tinggi. Kameramen dengan postur tubuh sedang akan membuat shoot normal menjadi terkesan lebih low angle daripada seharusnya. Battery life juga termasuk pendek hanya 3 jam. Jadi jika membutuhkan full day shoot berarti membutuhkan setidaknya 4-5 pcs battery. Namun kekurangan paling utama adalah proses untuk membuat Ronin M ini stabil membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahkan jika kurang berpengalaman bisa menghabiskan waktu hingga 1 jam bahkan lebih hanya untuk proses kalibrasi awal. Jika sudah berpengalaman dengan kamera dan lensa yang digunakan masih membutuhkan waktu setting awal yang lama sekitar 10 menit. Sementara Crane 2 bisa dilakukan kurang dari 5 menit.

Kesimpulannya Ronin M memberikan hasil footage yang lebih professional dengan pilihan kamera serta lensa yang lebih bervariasi karena beban max payload cukup besar 3,6 kg. Asesories yang banyak dengan berbagai pilihan frame grip. Selain itu Grip bawaanpun dapat dibentuk menjadi beberapa model. Kekurangan adalah proses setting yang terlalu lama dengan battery life yang buruk. Serta sangat dianjurkan untuk memilih kameramen dengan postur tubuh tinggi saat menggunakan Ronin M.

No comments:

Post a Comment