20190105

Perang Dagang USA VS PRC Berimbas Pada Apple iOs Devices


Perang dagang antara Amerika & China berimbas pada banyak produk export & import kedua negara serta juga berpengaruh terhadap neraca perdagangan negara lain. Namun fokus dari artikel ini adalah mengenai Apple VS Huawei. Pertempuran dagang antara kedua negara ini tentunya tidak mungkin jika tidak berimbas pada masing-masing brand, Apple tentunya dianggap sebagai Top Technology Corporation dari Amerika sedangkan Huawei dianggap sebagai Top Technology Corporation dari China. Persaingan kedua perusahaan ini menjadi begitu panas setelah Donald Trump secara terbuka memerangi produk-produk china yang akan masuk ke pasar Amerika dan juga pasar global.


Situasi menjadi semakin panas setelah COO dari Huawei ditangkap saat berobat ke Canada atas permintaan Amerika Serikat dengan tuduhan bahwa produk Huawei ditanami backdoor oleh pemerintah China yang dapat digunakan untuk memata-matai negara lain. Tuduhan ini tentu seakan mengada-ada dan penangkapan tersebut menimbulkan reaksi keras dari masyarakat di PRC. Yaitu muncul gelombang boikot terhadap produk Apple secara masif di China. Banyak perusahaan yang memberikan insentif hingga reimburse 30% dari harga smartphone baru asalkan brand China seperti Huawei yang mereka beli, jika mau membuang iPhone yang mereka gunakan. Serta memberikan hukuman berupa penundaan kenaikan gaji & promosi jabatan jika tetap menggunakan iPhone. Reaksi ini tentu memberikan imbas yang sangat besar. Karena China yang merupakan pasar teknologi yang amat besar dan selama ini menjadi penyumbang revenues terbesar Apple. 

Akibat munculnya reaksi ini tentunya penjualan Apple terutama iOs Devices menurun sangat draktis dan berpengaruh besar terhadap revenues mereka. Bahkan katanya nilai saham Apple dalam 3 bulan terakhir ini juga ikutan terkoreksi dengan sangat tajam. 

Jika melihat kekompakan masyarakat China ini dan mereka adalah pasar terbesar dengan jumlah penduduk 1,5 milyar jiwa. Tentu Trade Wars ini bisa jadi membuat amerika berdarah-darah jika terus berlarut-larut. Namun akhir dari trade wars ini belum dapat ditebak. Karena meski masyarakat PRC lebih kompak dalam menyingkapi trade wars dengan USA ini. Sedangkan masyarakat USA tidak terlalu kompak, namun USA telah memiliki jaringan yang kuat terutama dengan negara-negara NATO yang dapat mereka gunakan untuk menekan PRC secara ekonomi. Yang pasti saat ini dari sebuah pertempuran mini antar 2 brand kuat kedua negara tersebut, posisi Apple VS Huawei adalah dimenangkan oleh Huawei.

Dan jika perang ini terus berlanjut, Amerika tidak dapat menggunakan taktik yang sama yang pernah digunakan untuk menekan ZTE, karena Huawei tidaklah terlalu tergantung dengan chipset buatan Qualcomm seperti ZTE. Akan seperti apa akhir drama trade war ini? 

No comments:

Post a Comment