20190225

Battle Of Folding Phone

Huawei Mate X

Jika pada 2017 & 2018 trend smartphone adalah bezeless display. Pada awal 2019 ini trendnya adalah folding display. Sejumlah pabrikan telah menyiapkan folding phone versi mereka sendiri, katakanlah seperti Samsung, Huawei, Xiaomi, bahkan apple sendiri pada tahun lalu telah memasukkan patent mengenai folding phone juga ke badan patent di Amerika. Meski untuk Apple ini mungkin seperti pada pateng-patent sebelumnya yang banyak tidak pernah direalisasikan.




Sesungguhnya fungsi folding phone ini adalah untuk membuat smartphone dengan display yang lebih besar namun tetap memiliki dimensi yang kecil untuk masuk ke saku & tas. Jadi jika sebelumnya dengan bezelless display kita dapat memiliki smartphone dengan layar lebih dari 6" yang tetap nyaman digenggam dan dimasukkan ke dalam tas dan kantong. Dengan folding phone ini kita dapat memiliki layar yang jauh lebih besar lagi. 

Bahkan bisa dikatakan folding phone ini adalah jembatan pengabur antara Smartphone dengan Tablet. Karena saat layarnya dibuka maka dimensi layarnya akan masuk kedalam kategori tablet. Dan saat dilipat akan menjadi cukup kecil untuk dikategorikan sebagai smartphone. Untuk fungsi lainnya tentu tidak ada perbedaan mencolok dengan smartphone lainnya.


Samsung Galaxy Fold


Saat ini yang sudah resmi meluncur adalah Samsung Galaxy Fold yang dibanderol dengan harga sangat tinggi oleh Samsung yaitu $1980. Tentu saja dengan harganya yang sangat tinggi untuk sebuah smartphone, Galaxy Fold ini menggunakan spesifikasi flagship seperti SD 855, 12GB Ram, 512GB Internal, triple rear camera & dual selfie camera (total 5 kamera), dual display (1 display utama yang dapat di lipat, 1 cover display). Inovasi yang dihadirkan tentu sangat luar biasa, namun apakah inovasi tersebut pantas untuk harganya??? Mungkin yang lebih pas untuk harga tersebut adalah gengsi sebagai early adopter dari teknologi baru ini. Sebab harga yang tinggi tersebut tentu saja untuk menanggung biaya R&D Samsung Galaxy Fold & generasi berikutnya.

Selanjut adalah dari Huawei Mate X. Huawei yang saat ini merupakan perusahaan smartphone nomer 1 di PRC dapat dikatakan pesaing ketat Samsung di dunia smartphone android. Karena pada saat yang hampir bersamaan dengan Samsung meluncurkan Galaxy Fold, Huawei juga meluncurkan Mate X yang sama-sama mengusung Fold Display. Secara harga Huawei Mate X lebih mahal lagi dari Galaxy Fold. Jika Galaxy Fold dibanderol pada $1980, Huawei Mate X dibanderol hampir mendekati $2600. Tentunya harga ini tergolong supermahal untuk semua smartphone. Dengan harga sekitar 36 juta rupiah jika dikurskan secara langsung ini tentu saja smartphone ini bukan untuk semua orang. Sama seperti Samsung Fold, Mate X ini juga memiliki specs flagship. 

Untuk foldingnya sendiri Huawei memilih pendekatan yang berbeda dengan Samsung. Jika samsung memilih agar displaynya dilipat kedalam sehingga ditambahkan cover display sebagai display saat devices tersebut dilipat. Huawei memilih untuk melipat displaynya kearah luar. Sehingga Mate X saat dilipat seakan memiliki dual display pada bagian depan dan belakang. Saat dilipat tentu saja tampilan dari Samsung Galaxy Fold lebih konvensional namun secara desain lebih baik, karena dilipat tepat ditengah. Pada Huawei sendi lipatan tidak tepat pada tengah display karena pada saat dilipat pada satu sisi terdapat sebuah bar yang digunakan sebagai lokasi berbagai tombol fisik & kamera. Jadi secara desain Galaxy Fold dapat dikatakan memiliki bentuk yang lebih matang sedangkan Mate X seakan masih berada dalam fase prototype. Namun keduanya memang memiliki kesan sebagai devices premium.

Untuk saat ini dapat dikatakan Folding display adalah sebuah gimmick features. Karena selain ukuran layar yang lebih besar dengan ukuran devices yang tetap kecil, kita belum mendapatkan benefit lainnya dari kehadiran real estate layar yang lebih besar tersebut.

No comments:

Post a Comment