20190327

Contender Smartphone Terbaik 2019


Perlahan namun pasti, pabrikan smartphone asal Tiongkok mulai menunjukkan inovasi serta kualitasnya. Jika sejak kebangkintan era smartphone touchscreen pada 2007 silam hingga setidaknya 2016 lalu, Smartphone terbaik selalu hanya menjadi pertempuran antara Samsung dengan Apple. Tanpa ada pabrikan lain yang mampu bersaing terhadapa kedua raksasa elektronik ini. Setidaknya setelah itu beberapa pabrikan asal Tiongkok mulai menunjukkan taringnya dan bersaing terhadap Apple & Samsung melalui Inovasi & Kualitas. Sebelum pabrikan Tiongkok bermain pada pricing dan specs tinggi saja, namun minim inovasi & kualitas. Setidaknya dalam beberapa tahun terakhir ini Huawei sudah merubah strateginya dari low price high specs, menjadi Innovation & Quality. Dan ini akhirnya membawa Huawei hingga ke posisinya saat ini.



Dalam beberapa generasi terakhir ini Huawei untuk seri flagshipnya selalu menghadirkan inovasi yang menarik pada produknya. Terutama Sejak P20 Pro pada 2018 silam, flagship Huawei tidak lagi dapat dipandang sebelah mata. Menjadi Smartphone dengan kamera terbaik sepanjang 2018 hingga akhir diungguli oleh smartphone Huawei lainnya yaitu Mate 20 Pro pada penghujung 2018.

Pada 2019 ini P30 Pro hadir menggantikan P20 Pro, dan kembali inovasi dihadirkan terutama dari segi kamera. Basicly P30 Pro ini adalah triple camera setup dengan tambahan ToF Laser untuk mengukur jarak untuk menghasilkan digital bokeh yang lebih natural. Inovasi terbesar adalah pada Tele 5x kamera yang menggunakan desain periskop. Meski ini bukanlah sesuatu yang benar-benar baru, namun penerapan dengan Image Stabilizer adalah sesuatu yang membuat hasil kamera tele menjadi lebih berguna untuk skenario sehari-hari. Selama ini kamera tele pada smartphone adalah 2x hingga 3x saja. Tidak menawarkan zoom yang benar-benar dibutuhkan. Kemudian tele kamera smartphone selama ini kebanyakan tidak dilengkapi Image Stabilizer, menjadikan hasil kamera tele e adalah disaster. Huawei kali ini berhasil membuat standar baru untuk tele kamera.

Untuk Fitur lainnya yang cukup menarik, adalah layar P30 Pro memiliki keterbacaan yang terbaik pada kondisi dibawah sinar matahari. Lebih baik dari layar Samsung S10+ dan iPhone XS Max dalam kondisi yang sama. Dan yang menarik adalah desain layarnya menggunakan tear drop design, yang tentu saja tidak menghabiskan space notification bar. Serta berada pada posisi yang simetris tentu bagi sebagian orang dirasa lebih tidak mengganggu daripada desain peep hole yang berada pada salah satu sisi atas layar. Sayangnya Huawei P30 Pro ini masih memiliki chin pada bagian bawah. Jika bezel atas & bawah lebih simetris tentu akan menjadi lebih baik untuk P30 Pro ini.

Battery life pada P30 Pro ini juga cukup baik dengan kapasitas 4200mAh mampu memiliki screen time untuk memutar video secara looping hingga 20 jam. Dan stanby time hingga 100 jam. Memiliki performa baterai yang lebih baik dari P20 Pro & Mate 20 Pro. Sudah dilengkapi SuperCharge 40W dan wireless charging 15W menjadikan P30 Pro ini cukup cepat dalam mengisi baterai. Dan ini tentu lebih baik daripada samsung yang memiliki batasan charging hanay 15W saja, baik melalui kabel maupun wireless.

Sayangnya dalam segi audio P30 Pro ini tidak memiliki stereo serta tidak ada jack 3,5mm. Jadi bagi yang ingin menggunakan headset ataupun earphone haruslah menggunakan adapter 3,5mm ke usb-c. Parahnya lagi, huawei tidak memberikan adapter tersebut dalam paket pembelian. Jadi bagi yang ingin menggunakan earphone dengan kualitas lebih bagus dari bawaan, haruslah membeli adapter terpisah. Dan membeli adapter tipe aktif adalah pilihan terbaik bagi audio junkie, Karena adapter pasif seperti pada P20 Pro memberikan kualitas audio yang biasa saha. Namun bagi orang yang bukan audio junkie, jika harus membeli audio adapter terpisah dapat menjadi deal breaker. Bad move huawei.

Untuk segi SOC & raw power performance, Chipset Kirin 980 yang dikembangkan sendiri oleh Huawei ini masih belum mampu bersaing seimbang dengan Snapdragon 855, Exynos 9820, ataupun dengan A12 Bionic. Ketiga SOC ini secara raw power performance cukup jauh meninggalkan Kirin 980. Namun untuk real life user experience tidak terlalu terasa perbedaannya. Chipset Kirin 980 ini adalah sama dengan SOC yang digunakan pada Mate 20 Pro yang rilis pada akhir 2018 lalu. Peningkatan yang dilakukan Huawei pada P30 Pro ini adalah dari segi pendinginan yang kini menggunakan graphene film & heat pipe. 

Secara overal S10+ masih sedikit lebih baik dari P30 Pro, namun untuk kamera & battery life Huawei P30 Pro ini lebih unggul dalam margin yang cukup lebar jika dibandingkan S10+. Untuk Pre-order di Indonesia akan dimulai 12 April 2019.

No comments:

Post a Comment