20190326

Samsung Galaxy S10 Exynos 9820 & Snapdragon 855, Serupa Namun Tak sama



Sudah sejak beberapa iterasi terakhir dari flagship Samsung Smartphone selalu memiliki 2 versi SOC untuk pasar yang berbeda. Varian S10 dengan SOC Snapdragon akan dipasarkan di USA & China. Sedangkan untuk negara lainnya akan mendapatkan varian Exynos 9820, tentu saja pasar Indonesia juga mendapatkan Exynos 9820. Kedua SOC ini tentu memiliki teknologi yang berbeda, meski Samsung mengeklaim bahwa performance keduanya sama. Namun kedua S10 ini tidak benar-benar serupa. Yang satu lebih cepat dari yang lain.




Sedikit lebih detail mengenai Snapdragon 855 adalah menggunakan 4 core Cortex A76s untuk high demand performance dan ditandemkan dengan 4 core Cortex A55 untuk mode hemat tenaga. Untuk GPUnya juga menggunakan Adreno 640. Sedangkan Exynos yang merupakan custom chip hasil pengembangan Samsung adalah menggunakan 2 core Cortex A75s untuk high performance dan ditandemkan dengan 4 core Cortex A55 untuk mode hemat. Untuk GPU-nya menggunakan Mali-G76 M12. Dari detail specs kedua SOC ini tentu saja sangat berbeda.




Jika kita melihat raw power kedua soc ini melalui applikasi benchmark seperti geekbench(CPU) & 3DMark (GPU). Raw power kedua SOC ini sangat berbeda. Exynos 9820 sangat unggul pada test single core, lebih cepat 27,8% dari single core Snapdragon 855. Namun untuk test multicore Geekbench, hasil dari Snapdragon 855 lebih unggul 6,4% dari Exynos 9820. Untuk hasil test GPU seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya Adreno 640 pada SD855 lebih unggul. Hasil 3DMark SD855 lebih unggul 18% dari score yang diperoleh Exynos 9820.


Dari hasil benchmark diatas, Exynos 9820 hanya unggul dengan margin yang besar pada single core test. Namun untuk test multicore & GPU, Snapdragon855 lebih unggul. Keunggulan Snapdragon 855 tidak hanya dari segi raw power saja. Namun dari segi peningkatan suhu akibat high load juga lebih dingin daripada Exynos 9820. Dengan reading pada battery sensor menunjukkan ada selisih 5Âșc antara exynos 9820 & SD855 pada saat peak performance. Suhu yang lebih tinggi tentu saja buruk, tidak hanya untuk komponen smartphone, juga terhadap performance. Karena pada power management akan melakukan SOC throttling down jika suhu meningkat.  Dan terlihat dari hasil benchmark menggunakan GFXBench Aztec Ruins yang dijalankan secara looping, exynos 9820 melakukan SOC throttling lebih dulu daripada SD855, yang dapat diamati dari turunnya FPS.

Meski dari hasil benchmark terasa sangat jauh antara kedua varian S10 ini, namun untuk user experience dengan pemakaian wajar sehari-hari tidak terasa ada beda diantara kedua devices ini seperti yang dijanjikan oleh Samsung. Tetapi akan lebih baik jika untuk pasar Indonesia mendapatkan varian Snapdragon 855 seperti di USA & China. Meski resikonya tentu saja harga pasti akan naik cukup significant akibat harus membayar lisence ke Qualcomm jika menggunakan SD855.

No comments:

Post a Comment