20190405

The Matrix & Revolution Industry 4.0


The Matrix yang merupakan film sci-fi action besutan tahun 1999 ini baru saja memperingati ulang tahunnya yang ke-20. The Matrix pada tahun 1999 mengubah trend film secara luar biasa pada awal 2000-an baik di Hollywood maupun di perfilman lainnya, seperti di Hong Kong & juga Bollywood. Style cinematography The Matrix sangat menginspirasi film-film action yang muncul pada tahun 2000-2006 an. Bahkan sejumlah elemen tetap bertahan hingga sekarang. Namun yang menarik dari 20 tahun The Matrix adalah saat ini kita hendak memasuki era Revolusi Industri 4.0. Kondisi yang menjadi awal dari background story film The Matrix.



Bagi yang mungkin masih belum paham apa itu revolusi industri 4.0, berikut adalah paparan singkatnya. Sesuai dengan namanya revolusi industri 4.0 merupakan revolusi industri yang ke-4. Yang pertama adalah revolusi penggunaan mesin uap yang membuat industri kecil berubah menjadi pabrik yang mampu melakukan mass product secara lebih efektif. Kemudian yang ke-2 adalah saat transportasi berubah menjadi lebih efisien untuk mengirim produk, seperti penggunaan truck, kereta api, kapal tanker, & pesawat kargo. Revolusi industri yang ke 3.0 adalah saat mulai menggunakan mesin-mesin otomatis yang sangat memudahkan proses industri, dimana manusia hanya berperan sebagai operator, contoh yang paling nyata adalah pada industri manufakturing mobil, hampir semuanya dikerjakan oleh mesin robot yang dikendalikan oleh operator manusia. Revolusi industri 4.0 merupakan next step dari penggunaan mesin, karena dalam revolusi industri 4.0 mesin-mesin tersebut tidak lagi dikendalikan secara penuh oleh operator manusia melainkan oleh kecerdasan buatan yang dalam pemogramannya telah mampu untuk data collecting & machine learning.

Jadi Revolusi Industri 4.0 adalah mesin dalam industri dapat melakukan analisa, diagnostic, & kemudian merubah sendiri parameternya untuk menjadi lebih efisiennya. Penerapannya pun akan lebih luas tidak hanya pada manufacturing. Penerapan AI yang mampu melakukan data collecting & machine learning ini akan meluas pada banyak hal,  seperti pada bidang kesehatan untuk membantu dokter membuat diagnosa penyakit pasien berdasarkan data kesehatanya, marketing yang langsung menyasar konsumen berdasarkan data yang didapatkan dari browsing history, credit card history, dsbnya, bahkan sebuah dapur restorant yang serba otomatis dan mampu membuat masakan yang full customize terhadap setiap pelanggan berdasarkan data yang diperoleh dari kunjungan sebelumnya, ekspresi yang tertangkap cctv kamera, dll. Jadi Revolusi Industri 4.0 itu bukan tentang usaha online, seperti taxol, ojol, marketplace dll. Inti dari Revolusi Industri 4.0 adalah penerapan AI yang mampu belajar & beradaptasi.


Oke ke kembali ke fim The Matrix, film yang keluar 20 tahun lalu itu menceritakan dunia masa depan yang hancur setelah terjadi peperangan besar antara manusia & mesin. Dalam cerita the Matrix diceritakan peperangan terjadi setelah mesin yang dilengkapi dengan AI menjadi Self Aware. Sebelumnya diceritakan para mesin ini menggantikan semua pekerjaan kasar yang biasa dilakukan manusia. Semua menjadi berubah saat sebuah mesin membunuh manusia pemiliknya. Akibatnya adalah terjadi kekerasan pada mesin secara global dan mengakibatkan mesin-mesin akhirnya memiliki self awareness.  Peperangan besar tak dapat dielakkan dan saat manusia terdesak akhirnya meluncurkan operasi "The Dark Storm" yang membuat atmosfer bumi tertutup oleh badai buatan sehingga sinar matahari tidak dapat lagi masuk. Badai buatan yang bertujuan untuk melemahkan mesin yang sangat tergantung pada sinar matahari, justru berbalik membuat manusia kalah. Akibat badai buatan ini semua ekosistem bumi rusak dan manusia mengalami kelaparan yang parah, selain itu sejumlah mesin perang manusia juga mengandalkan matahari sebagai sumber tenaga.

Akibat badai buatan ini manusia kalah total oleh mesin. Dan kemudian manusia menjadi sumber tenaga baru bagi mesin. Dengan panas tubuh & listrik biologis dipanen oleh para mesin. Dan kemudian manusia ditempatkan dalam semacam pod dan hidup dalam dunia virtual yaitu The Matrix.

Jadi secara tidak langsung film the Matrix yang diproduksi 20 tahun lalu ini menceritakan sebuah masa depan alternatif jika Revolusi Industri 4.0 berjalan menuju ke arah yang salah. Apakah hal ini dapat terjadi dalam dunia nyata? jawabnya adalah bisa "iya" bisa pula "tidak". Dalam background story dari film tersebut dapat kita pelajari penyebabnya penggunaan AI menjadi sesuatu yang salah adalah karena over use. Secara lebih jelas mengenai latar belakang cerita the Matrix adalah penggunaan mesin tersebut menyentuh semua sendi pekerjaan manusia sehingga mereka tidak lagi bekerja. Terdengar seperti sebuah utopia, namun utopia tersebutlah yang kemudian menjadi akar permasalahannya. 

Jika kita ingin arah revolusi industri 4.0 tidak menjadi awal kehancuran humanity seperti dalam cerita-cerita sci-fi tentunya adalah tidak menghilangkan peran manusia sepenuhnya dan tidak tergantung sepenuhnya pada mesin ber-AI. Manusia tetap harus menjadi pengendali dari AI tersebut. Revolusi industri 4.0 ini tidak dapat kita hindari, namun dengan mengubah diri kita menjadi tetap memiliki daya jual dalam masyarakat sehingga tidak tergantung sepenuhnya pada AI akan membuat cerita-cerita fiksi ini tetaplah fiksi. 

No comments:

Post a Comment