20190513

Apakah RYB Baik Dari RGB?

Bayer filter pada sistem RGB
Sensor kamera pada umumnya menggunakan sistem RGB yang pada layer Bayer filternya (filter yang berfungsi untuk mengenali warna) memakai konfigurasi RGGB. Yaitu dalam 1 area yang terdiri dari 4 pixel terdiri dari 1 pixel untuk red, 1 pixel untuk blue dan 2 pixel untuk green. Sensor pada kamera pada dasarnya hanya mampu mengenali intesitas cahaya dan bukan warna. Agar dapat memperoleh warna pada kamera digital diperlukan bayer filter tersebut & proses algoritma yang rumit.


Pemilihan warna RGB tersebut adalah untuk menirukan cara kerja organ mata manusia dan cara otak kita dalam memproses informasi visual. Sesungguhnya mata & otak manusia hanya peka terhadap 3 panjang gelombang cahaya, yaitu gelombang cahaya merah, biru, & hijau. Cara kerja otak kita dalam mengenali warna ini disebut dengan Trichromatic. Karena itulah kamera digital diciptakan dengan sistem trichromatic untuk mimik cara kerja mata & otak manusia dalam mengenali warna.

Setiap filter hanya meloloskan cahaya dari panjang gelombang yang sesuai.

Tanpa bayer filter, semua hasil kamera digital adalah hitam putih. Selanjutnya berkat adanya bayer filter inilah, hasil raw kamera memiliki tambahan informasi berkat intesitas cahaya yang berbeda yang diterima oleh setiap pixel setelah melalui bayer filter tersebut. Dari tambahan data tersebut selanjutnya algoritma dari setiap manufaktur kamera menerjemahkannya menjadi gambar berwarna.

Keunggulan sistem RGB tentu saja adalah mendekati cara manusia melihat warna. Proses algoritma untuk mengolah data yang terima oleh sensor setelah cahaya melalui bayer filter juga lebih sederhana dibandingkan sistem filter lainnya, misalkan CYM. Namun bukan berarti sistem ini sempurna, sistem RGB ini setidaknya memiliki 2 kelemahan. Pertama adalah resolusi gambar menjadi lebih rendah daripada real count pixel yang dimiliki oleh sensor. Kedua adalah filter warna hijau menyerap terlalu banyak cahaya dan membuat jumlah cahaya yang akhirnya sampai ke sensor menjadi lebih sedikit dan tentu saja sangat menganggu pada saat lowlight.


Sedangkan sistem CYM yang menggunakan filter cyan, magenta, & kuning memang memiliki resolusi yang lebih baik dari RGB, serta cahaya yang sampai ke sensor juga lebih tinggi. Namun proses algoritmanya menjadi lebih kompleks agar mampu menghasilkan foto dengan warna yang natural.

Saat ini muncul satu sistem lagi yang ditawarkan oleh huawei di P30 Pro yaitu dengan mengganti filter hijau dengan kuning, namun tetap mempertahankan red & blue. Hasilnya tentu saja P30 Pro memiliki kinerja yang lebih baik pada saat low light. Namun tetap saja untuk proses algoritmanya tetap sulit serta membutuhkan processing power yang besar. Untungnya berkat kinerja SOC di P30 Pro yang kencang dan ditunjang dengan sistem AI image sehingga hasil yang ditampilkan tetap dapat menghasilkan warna yang natural seperti saat menggunakan filter hijau.

Namun apakah sistem RYB ini dapat populer dan menggantikan sistem RGB yang lebih konvensional?? Tentunya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama. Selama sistem ini belum diadopsi juga oleh produsen kamera professional tentu sistem RGB tetap tidak tergantikan.

No comments:

Post a Comment