20190617

Awal Keruntuhan Android

Di dunia teknologi tidak ada yang abadi. Dalam sejarah manusia, berbagai teknologi telah muncul dan kemudian tergantikan oleh teknologi lain yang lebih baru. Demikian dalam era teknologi informasi seperti ini, tentu saja proses peralihan tersebut dapat terjadi dengan sangat cepat. Saat ini Android bisa dikatakan Raja Mobile OS dengan penetrasi pasar sekitar 80%. Namun akibat perang dagang antara China & USA keadaan ini dapat berubah. Dengan embargo teknologi terhadap Huawei sebagai salah satu perusahaan teknologi networking yang juga merupakan perusahaan smartphone terbesar dari China, memaksa perusahaan ini untuk beralih dari Android.


Android sebenarnya saat ini dapat menjadi memiliki penetrasi pasar yang besar adalah akibat dukungan dari smartphone-smartphone china dengan harga yang sangat terjangkau. Tidak semua orang mampu membeli flagship smartphone dan perusahaan China lah yang mampu memproduksi budget smartphone dengan harga sangat murah sehingga Android akhirnya menguasai pasar. Selama ini hubungan ini adala simbiosis mutualisme. Namun akibat kebijakan dari USA, keadaan ini bisa dapat segera berakhir dalam waktu dekat ini.

Selama ini perusahaan Smartphone China itu selalu memproduksi smartphone mereka dalam 2 versi yaitu untuk pasar domestik dan pasar global. Untuk pasar domestik tidak memiliki Google Services, sedangkan untuk pasar global telah terinstall Google Services. Meski tidak menggunakan google services, namun smartphone di pasar china ini tetap tercatat sebagai android dan turut membuat market share android dikalangan mobile OS menjadi besar. Dengan penduduk China yang sekitar 1,4 milyar jiwa memiliki penetrasi smartphone sebesar 55% yang artinya ada sekitar 770 juta smartphone di china dengan 89%-nya adalah android. Jumlah ini sangat besar secara global, dan turut membuat android sebagai trend di pasar Global.

Akibat dari ban terhadap huawei terhadap batasan penggunaan Google Services untuk pasar global, memaksa perusahaan ini membuat sendiri mobile OS mereka sendiri baik untuk pasar Global & Pasar Domesti China. Untuk pasar global penetrasi mobile OS ini tentu membutuhkan waktu yang lama. Namun untuk pasar Domestik China, Mobile OS ini akan cepat terjadi. Karena saat ini produsen besar smartphone asal china turut mencoba mobile OS yang sedang dikembangkan oleh Huawei tersebut. Tercatat Xiaomi, Oppo, & Vivo telah turut mencoba OS baru tersebut. Tidak tertutup kemungkinan kemudian akan terbentuk konsorsium dari semua produsen smartphone China yang pada akhirnya menghentikan produksi Android dan beralih ke OS baru tersebut untuk pasar domestik mereka.

Jika Android di pasar China yang sangat besar tersebut turun secara drastis, tentunya akan membentuk image dikalangan konsumen global bahwa trend android sedang mulai berakhir. Dan apa yang terjadi pada Blackberry OS di 2010 lalu dapat terjadi pada Android. 

No comments:

Post a Comment