20190705

Huawei 1 - American 0

Suasana antara pemerintah Amerika dengan Huawei perusahaan telekomunikasi & smartphone asal China semakin memanas dalam setahun ini. Penyebab sebenarnya dari intrik ini adalah perusahaan telekomunikasi Amerika kalah bersaing dalam teknologi 5G. Dan pemegang patent 5G terbesar adalah China, bukan Amerika & juga bukan sekutu Amerika. Dengan pemegang patent 5G terbesar untuk perusahaan adalah dimiliki Huawei. Patent teknologi 5G ini sangat penting dalam era sekarang, selain menyangkut uang yang sangat besar melalui royalti patent, juga menjadi simbol leader dari pengembangan inovasi teknologi.


Karena kekalahan itulah pemerintahan Trumps menjadi meradang dan menyebarkan segala macam fitnah mengenai huawei spying user mereka. Seakan perusahaan Amerika bersih dari semua itu. Pada kenyataannya pada era internet saat ini saat kita menggunakan free service, maka kitalah yang menjadi komoditas. Segala data yang dimining dari sosial media & juga search engine saat ini menjadi komoditas yang dapat diperjual belikan. Dan selama hampir dua dekade perusahaan Amerika telah melakukan praktek seperti itu. Spying data pengguna dan kemudian "menjualnya" ke perusahaan lain yang membutuhkan data tersebut. Dan kita tidak tahu batas yang dilakukan oleh perusahaan tersebut sampai sejauh apa dalam melakukan spying data kita.

Jadi dalam kasus yang memanas ini adalah akibat karena Amerika sadar posisi mereka sebagai number one, numero uno akan segera terkejar oleh China dalam bidang teknologi. Dan Amerika belum siap untuk menjadi second best. Karena segala tuduhan diluncurkan untuk merusak kredibilitas perusahaan-perusahaan China seperti Huawei & ZTE. Serta yang menjadi puncaknya adalah embargo terhadap Huawei.


Seperti yang telah Indo Gadget perkirakan sebelumnya, embargo terhadap Huawei yang merupakan perusahaan smartphone terbesar kedua didunia setelah Samsung ini akan lebih mencederai perusahaan teknologi Amerika daripada Huawei. Dan perkiraan tersebut terbukti benar bahwa pada minggu lalu Presiden Trump mencabut keputusan embargo tersebut. Meski keputusan embargo tersebut dilakukan untuk mengancam Huawei agar menyerahkan patent teknologi 5G mereka ke Amerika telah gagal total. 

Kerusakan yang timbul dari keputusan tersebut tentu lebih memberatkan perusahaan Amerika baik dari jangka pendek maupun jangka panjang. Pemutusan kontrak perdagangan secara sepihak tentunya sudah diatur dalam hukum perdagangan internasional dan tidak ada pengecualian meski pelakunya adalah Amerika saat berhadapan dengan negara yang sama-sama besar. Penalti yang harus dibayarkan dari pemutusan secara sepihak tersebut tentu cukup besar. Belum lagi bagi perusahaan hardware yang menjadi supplier Huawei tentu akan kesulitan untuk menjual komponen-komponen custom made yang sudah terlanjur diproduksi. Untuk komponen yang sifatnya universal tentunya masih cukup mudah untuk dijual ke pihak lain. Namun kerugian ekonominya akan sangat besar bagi perusahaan-perusahaan amerika tersebut. 

Seharusnya, daripada melakukan perang dagang yang sia-sia tersebut, Pemerintah Amerika lebih fokus dalam mendukung perusahaan-perusahaan Amerika dalam R&D teknologi jaringan generasi berikutnya dan memberikan insentif dana yang besar untuk itu. Semoga kekonyolan perang dagang seperti ini tidak terulang kembali dalam waktu pemerintahan Trump yang semakin mendekati masa kampanye presiden Amerika untuk periode berikutnya.

No comments:

Post a Comment